Gapura Timur:
1.Boddhisatwa di syurga Tusita.
2.Boddhisatwa memberitahu akan turun ke dunia sebagai manusia.
3.Para dewa turun kedunia terlebih dulu menjelma sebagai brahmana.
4.Para pratyeka Budha (orang yang mencapai pengetahuan tinggi) menyongsong Boddhisatwa ke syurga.
5.Boddhisatwa memberi pelajaran kepada para dewa.
6.Mahkota diserahkan kepada maitreya.
7.Memilih wujud penjelmaan didunia.
8.Raja Chudhodana dari Kapilawastu dan Dewi Maya permaisurinya terpilih bakal tempatnya menitis.
9.Dewi maya dihadap para putri.
10.Para dewa akan mengantar Boddhisatwa.
11.Penghormatan di Syurga Tushita sebelum turun ke dunia.
12.Bodhisatwa turun ke dunia dengan para pengiringnya.
13.Dewi maya bermimpi seekor gajah putih masuk ke dalam rahimnya.
14.Para dewa merestui dewi maya.
15.Permaisuri hendak bertemu Raja Chudhodana di taman Acoka.
Sudut Tenggara:
16.Raja Naik Gajah menemui Istrinya.
17.Permaisuri menceritakan mimpinya.
18.Brahmana-brahmana yang diminta meramalkan mimpi dewi maya, menyatakan kalo permaisuri akan melahirkan putra yang menguasai dunia.
19.Para brahmana memperoleh hadiah-hadiah.
20.Para dewa menyediakan syurga bagi dewi maya.
21.Dewi maya terlihat di tiga tempat (Trikaya-Dharma, Shamboga kaya, Nirmana Kaya).
22.Dewi maya mengunjungi orang sakit dan cacat.
23.Raja dan keluarganya membagi-bagikan hadiah kepada orang miskin.
24.Raja memberitahu tugas-tugsa mulia wanita.
25.Di Kapilawastu terjadi keanehan: singa-singa duduk dengan jinaknya di gerbang istana, gajah-gajah menyembah raja, dan makhluk syurga berkumpul di istana.
26.Dewi maya merasa waktunya melahirkan sudah tiba.
27.Dewi maya ingin melahirkan ditaman lumbini.
28.Dengan para pengiringnya naik kereta ke taman lumbini, setibanya disitu, lalu berjalan menuju taman, maka lahirlah putranya. Begitu lahir, bayi itu melangkah 7 tindak dan dibekas kaki muncul pohon teratai dengan bunganya. Tujuh hari setelah melahirkan, dewi maya meninggal.
29.Raja menamakan putranya Sidharta dan mendapat ucapan selamat.
30.Dewi Gautami adik raja mengasuh pangeran Sidharta.
Gapura Selatan:
31.Resi Asita memberitahu Raja kalau putranya akan menjadi Budha.
32.Dewa-dewa menghormati Sidharta.
33.Raja Dimohon membawa putranya kerumah perdewaan.
34.Pangeran Sidharta diantar ke kuil perdewaan.
35.Ketika tiba di kuil perdewaan, area-area melompat dari tempatnya dan menyembah.
36.Para bangsawan mempersembahkan perhiasan, namun menjadi pucat ditangannya.
37.Sidharta menuju tempat belajar.
38.Sidharta sedang belajar di sekolah.
39.Sang Pangeran melihat-lihat desa dan kehidupan rakyat.
40.Pangeran Sidharta duduk dibawah pohon, bayangan pohon itu tidak bergerak meski matahari bergeser.
41.Para keluarga istana memohon sidharta untuk menikah.
42.Memberi cincin kepada dewi Gopa sebagai pilihannya.
43.Pangeran Sidharta harus mengikuti sayembara.
44.Dewa datta kemenakan raja, merasa dengki pada Sidharta lalu memukul seekor gajah seketika itu matilah.
45.Dengan ibu jari kaki, Sidharta melemparkan bangkai gajah melampaui tembok kota.
Sudut Barat Daya:
46.Sang Pangeran menang lomba berhitung.
47.Suasana dalam perlombaan yang lainnya.
48.Suasana dalam perlombaan yang lainnya.
49.Memenangkan lomba memanah.
50.Perkawinan Sidharta dan Gopa.
51.Mempelai berdua menuju keistana.
52.Ucapan selamat dari sanak kerabat dan para dewa.
53.Para dewa membisikan akan tugas Boddhisatwa untuk keluar istana,
54.Sidharta dibuatkan 3 istana dan dikelilingi putri-putri cantik.
55.Sidharta sedang bercengkrama dengan penghuni istanannya.
56.Sidharta keluar istana dan bertemu dengan orang yang tua renta.
57.Untuk yang kedua kali bertemu dengan orang sakit.
58.Yang ketiga kali dijumpainya orang yang mati.
59.Pada yang keempat perjalanan keluar istana, Sidharta bertemu dengan seorang Biku.
60.Dewi Gopa menyampaikan mimpi buruk, tapi sang Pangeran menenangkannya.
Gapura Barat:
61.Raja Chudhoddana memberi ijin Sidharta meninggalkan Istana.
62.Raja diam-diam mencegah kepergian anaknya dengan mendatangkan perempuan-perempuan cantik untuk menghibur dan melayani Sidharta.
63.Sidharta jemu dengan suasana istana dan perilaku putri-putri disekelilingnya.
64.Ketika semua tertidur, Sidharta lolos dari istana dengan berkuda.
65.Sidharta memulai pengembaraannya (Mahabinishkramana).
66.Para dewa yang mengiringi berpisah setelah perjalanan cukup jauh.
67.Pangeran Sidharta lalu mencukur rambutnya.
68.Sang Pangeran lalu mengganti pakaiannya dengan pakaian rahib.
69.Mendapat penghormatan dari para dewa.
70.Maka dimulailah hidup pengembaraannya dan sampai ditempat pertapaan padmapani.
71.Mengunjungi guru Rudraka.
72.Mengunjungi pertapa Arata Kalama.
73.Menuju ke Raja Graha tempat Raja Bimbisara.
74.Raja Bimbisara memberi hormat kepada pangeran Sidharta.
75.Pergi ke gunung Gaya dan bertemu dengan para pertapa.
Sudut Barat Laut:
76.Dengan lima murid Sidharta memulai bertapa.
77.Sidharta bertapa sangat keras dan ketat.
78.Ibunda dewi maya yang telah menjadi bidadari turun melarang tapanya yang sangat keras. Ia melarang Sidharta bertapa tanpa makan tanpa minum karena akan merusak tubuhnya.
79.Para Dewa meminta Sidharta untuk makan.
80.Para Dewa memberi makan melalui pori-pori tubuhnya dan supaya bisa menerima makanan biasa.
81.Akhirnya Sidharta sadar dan mau menerima makanan dari gadis sujata.
82.Kemudian mandi disebuah kolam dan menemukan pakaian pengembala.
83.Sidharta mengganti pakaiannya.
84.Seorang perempuan dari uruwilwa menghaturkan makanan kepada Sidharta.
85.Sidharta ingin membuang pakaian lamanya kesungai Nairanjana dan mandi.
86.Sidharta mandi di sungai setelah membuang pakaian lamanya.
87.Pakaian itu diambil Raja Naga Mucilinda.
88.Mucilinda menghaturkan makanan.
89.Bekas tempat makan Sidharta yang dibuang diambil Sagara dan menjadi benda yang dipuja-puja.
90.Sidharta berangkat untuk melanjutkan bertapa dan seorang penyabit mempersembahkan seikat rumput untuk tempat duduk.
Gapura Utara:
91.Sidharta mendapat penghormatan dari Dewa dan para Naga.
92.Para Dewa mempersiapkan pohon Bodhi untuk bertapa Sidharta.
93.Duduk bersemedi dan memulai pertapaannya di bawah pohon Bodhi.
94.Mara menyerangnya untuk menggagalkan Sidharta, namun semua panah mara menjadi bunga-bungaan.
95.Perempuan-perempuan Mara menggoda dengan tarian yang menggiurkan.
96.Pangeran Sidharta berhasil mencapai pengetahuan tertinggi dan menjadi Budha.
97.Minggu pertama masih ditempat itu dan mendapat penghormatan para bidadari.
98.Dimandikan air bunga oleh para dewa.
99.Sidharta menjelaskan tentang semedinya.
100.Sidharta membuat perjalanan, tetapi masih kembali ketempat bertapa.
101.Raja Naga Mucilinda datang memberi penghormatan.
102.Para pertapa meminta restu dari sang Budha.
103.Sang Budha mendapat persembahan makanan dari saudagar.
104.Mendapat makanan dari para dewa dan mangkuk batu untuk tempat makan.
105.Sang Budha juga menerima makanan dari susu.
Sudut Timur Laut:
106.Para dewa meminta Sang Budha untuk mengajarkan ilmunya.
107.Sang Budha memutuskan untuk mulai mengajarkan ilmunya.
108.Kelima muridnya yang lama akan dicarinya terlebih dulu.
109.Sang Budha memulai perjalanan baru.
110.Mendapat penghormatan dari seorang rahib (Ajiwika).
111.Diterima oleh Sudarcana.
112.Tiba di kota Rohitawastu, medapat penghormatan dengan upacara selamatan.
113.Tiba di kota Uruwilwa.
114.Tiba di kota Sarathi.
115.Tukang perahu tidak mau menyebrangkan Sang Budha karena tidak membayar. Sungai Gangga yang lebar itu dilompati.
116.Sang Budha sampai di kota Benares.
117.Bertemu kelima muridnya menetap di Taman Rusa. Mula-mula mereka tidak mau mnyambutnya.
118.Setelah mereka berhadapan, kelima murid itu lalu menyembah karena kekuatan Sang Budha.
119.Dimandikan dengan air bunga padma.
120.Sang Budha memulai pelajaran yang diperolehnya setelah bertapa sekian lama. Pelajaran pertama kepada bekas lima muridnya.
Sumber: Candi Borobudur Pawon – Mendut, oleh AIAZ RAJASA (Dijual diseputaran Candi Borobudur)
Thanks infonya om… Kemaren minggu gw juga dari sana…
sama-sama mas…. Waktu itu saya ketipu sama pemandunya. Yang diceritain gak sesuai dengan reliefnya.