Kemana Data Pribadi Kita dibawa oleh Take Him Out?

Malam ini **Eh pagi deng, kan udah lewat dari jam 12 malem** Gw harus menerima kenyataan bahwa mata ini tak juga bisa terpejam **Padahal dah nyoba tidur**. Sebuah Otak penuh pemikiran, dan kerjaan yang Null, jelas bikin Gw meracau.. iseng ngubek2 FB orang, gonta-ganti status, liat2 plurk, browsing sana-sini, chatting…. Pembicaraan dengan seorang teman lama, yang entah kenapa kok larinya jadi ke masalah wanita, lalu tiba-tiba dia ngasih link “kalo bingung juga mendingan click THOINDONESIA.com”. Tadinya Gw bingung, apa itu thoindonesia **Gila kuper amat ya Gw ROFL** Gw curiga itu situs yang “nggak-nggak” jadi gak Gw buka, sampe dia bilang forum chit-chatnya lucu-lucu. Tertarik dengan kata “lucu” Gw pun membuka situs itu, dan ternyata, ya ampyun bodohnya Gw, THOIndonesiacom itu Situs resmi Take Hime Out Indonesia, sebuah acara di stasiun TV swasta. Baru kali itu Gw buka situsnya, lalu teringat kata-kata seorang teman yang bilang kalo THO itu pesertanya di gaji alias diupah perepisodenya, seperti yang pernah Gw tulis bagian akhir tulisan Gw tentang Penipuan atas nama PT. MICO. Penasaran…. Gw pun mencoba membuktikan kata-kata temen Gw itu. Langsung menuju link registration dan membaca peraturan serta perjanjiannya.

“Saya menyatakan bahwa informasi yang saya kemukakan dalam kuesioner ini adalah benar dan akurat. Apabila terdapat kesalahan, penipuan atau informasi yang menyesatkan yang saya cantumkan, saya bersedia untuk dieliminasi. Kuesioner dan berkas-berkas lain yang saya lampirkan, termasuk, foto, film dan kaset video, menjadi properti dari FremantleMedia Indonesia, dan tidak perlu dikembalikan dan dapat dipergunakan di berbagai bentuk media, termasuk internasional, untuk kelangsungan program. Saya mengerti bahwa dengan dikumpulkannya kuesioner ini, Produser tidak memiliki tanggung jawab untuk menerima dan memilih saya berpartisipasi dalam program Take Him Out dalam jaminan apapun, sehubungan dengan tujuan untuk memilih kontestan-kontestan yang potensial. “

Coba baca bagian yang Gw tebal-in…. “Kuesioner dan berkas-berkas lain yang saya lampirkan, termasuk, foto, film dan kaset video, menjadi properti dari FremantleMedia Indonesia, dan tidak perlu dikembalikan dan dapat dipergunakan di berbagai bentuk media, termasuk internasional, untuk kelangsungan program.” Gile…. semua data yang kita masukin jadi hak milik fremantle media, mau tahu data apa aja yang musti lu masukin dan serahkan ke fremantle media? Beberapa diantaranya: Nama, alamat, No Telepon (Rumah, kantor, dan mobile/HP), email, tanggal lahir, tinggi badan, berat badan, nama perusahaan, jabatan, deskripsi pekerjaan, riwayat pendidikan… wow.. bayangin… bayangin… bayangin kalo semua data itu disebarkan atau di jual oleh frematlemedia ke pihak lain, tentu saja kita gak bisa menuntut pihak fremantle karena sesuai perjanjian, kita membolehkannya. Tetapi siapa sih yang rajin, iseng, malem-malem membaca perjanjian yang secara default kita setujui?

Eh… eh.. eh.. kok Gw nyebut segala merek dagang ditulisan Gw ini ya? Wah bisa kena UU ITE nih Gw…

Hahahahaha biarkan saja, biar rame sekalian… biar tahu semua orang yang ikut THO, bahwa data mereka sangat terbuka untuk diperjual belikan… Untung aja pendaftar gak perlu memasukan Nomor Kartu Kredit dan masa berlakunya.

This entry was posted in Opini Gw - Politik dan Masyarakat and tagged , , , . Bookmark the permalink.

13 Responses to Kemana Data Pribadi Kita dibawa oleh Take Him Out?

  1. Wempi says:

    Tidak cuma itu, sepertinya semua program ke-artisan mengarah kesana.

  2. frozzy says:

    itu namanya klausula baku, sama seperti ketika lo mengisi form permohonan kredit kepemilikan kendaraan bermotor secara kredit, atau mengisi form pembukaan rekening di bank. non-compromise alias tidak bisa dinego.

  3. soewoeng says:

    nomor pin sekalian bos

  4. Hajier says:

    Jangankan data diri, “diri” pun bakal diberikan demi sebuah popularitas. Mau?

  5. pakacil says:

    sekalipun ada batasan, bahwa data tersebut dapat dipergunakan untuk kelangsungan program, namun sepertinya tetap saja batasan kelangsungan program itu kabur.

    *perjanjian standar kerap kali membuat salah satu pihak berada di posisi yg sangt lemah

  6. vivi says:

    klo mnrt Q se, bkn wat cri jdoh gi tu, tp ajang kepopuleran…
    melenceng de,

  7. vany says:

    hmm, ternyata seperti itu ya?
    saia baru tau ttg klausula baku itu……..
    sedikit bnyk itu merugikan calon kontestan siyh…. :)

  8. Hmm boow gue gak ikutan THO, tapi napa hape gue bisa ditlp banyak bank nawarin kartu kredit yak?
    Apa data gue udh diperjualbelikan juga yaa? :-|

  9. Pingback: Gandi Wibowo's Blog (interim) » Gaza Tidak Membutuhkanmu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>