KALO NGGAK ADA CEWE YANG MAU SAMA LO….JANGAN JELEK2IN PEREMPUAN KAYA GITU DEH GAN…..

Judul ini merupakan sebuah pesan dari temen Gw di saat lagi membahas status YM Gw, status Gw saat itu: “Hari ibu…. Bukti bahwa wanita itu egois” **Sorry Gw rada lupa redaksionalnya, pokoknya intinya gitu**. Sebuah status yang kata dia Gw telah melecehkan wanita dengan menyatakan bahwa kaum wanita itu egois, “explain your status…” pesan pembuka dari dia. Gw sadar kalo status Gw itu kontroversial, dan Gw yakin banyak yang akan mencerca Gw, mulai dari penolakan Gw akan hari Ibu, sampai pernyataan Gw bahwa wanita itu egois. Gw emang gak pandai merangkai kata, menyimpan hinaan dan memperhalus sindiran **begitulah kata temen2 Gw, yang Gw “iya”-kan**, Gw seorang yang seneng dengan kontradiktif yang ekstreme disaat menganalogikan sebuah masalah.

Kembali ke esensi status YM Gw, Gw menolak adanya hari ibu, hari tani, hari buruh, hari bapak, atau hari-hari lain yang mengkhususkan perayaan, ritual, ucapan dan lainnya. Bagi Gw, cuma ada hari raya agama (Buat Gw: Idul Fitri dan Idul Adha; atau hari raya lain bagi agama lain) yang wajib dirayakan dengan perayaan, ritual, dan ucapan yang khusus. Bahkan maulid Nabi yang merayakan hari kelahiran nabi Muhammad SAW – pun Gw anggap gak perlu dirayakan secara khusus, lalu untuk apa ada perayaan hari ibu? Karena ibu yang melahirkan kita? Karena ibu mengandung kita selama 9 bulan lebih? Karena ibu yang berjuang antara hidup dan mati saat melahirkan kita? Gw gak setuju dengan alasan itu. Semua yang disebutkan itu, hanyalah sebuah tugas yang khusus diberikan Tuhan kepada kaum wanita, karena mereka telah dianugrahi Rahim yang hanya dimiliki oleh kaum wanita. Apakah mereka yang tidak dianugrahi kesempatan mengandung, dan melahirkan seorang anak berada dibawah derajat mereka? sehingga mereka layak diberikan keistimewaan? Setiap manusia, setiap makhluk, setiap benda ciptaan Tuhan memiliki kelebihan masing-masing, dan dengan kelebihannya itu mereka punya tugas masing-masing. Apakah dengan kelebihan anugrah sebuah rahim dan tugas melahirkan, maka wanita lebih istimewa? Apakah karena petani merawat semua padi yang nanti menjadi nasi itu lebih istimewa dari setiap pekerjaan? Apakan buruh yang bekerja mengeluarkan semua tenaga agar pabrik tetap produktif itu lebih hebat dari jabatan lain? Apakah kelahiran seorang Nabi, yang nantinya akan menuntun kita kembali ke Tuhan, lebih istimewa dari kelahiran-kelahiran bayi-bayi manusia lainnya?

Terkadang dengan alasan mengandung, dan melahirkan itu, sebagian wanita merasa istimewa, patut dihargai lebih dari yang lain. Ini yang Gw gak suka, sebuah egoisitas sektoral yang memandang golongannya lebih dari yang lain, karena mereka merasa tugas mereka lebih utama dan berat dari golongan lain. Tidak kah mereka sadar, tugas itu diberikan tuhan karena kemampuan yang mereka miliki? Tuhan gak akan memberikan tugas mengurangi populasi nyamuk kepada anjing yang gak bisa naik dinding, walau si anjing itu gesit, penurut, dan kuat. Setiap hal kecil ada tujuan, setiap benda ada tugasnya masing-masing.

Setelah Gw membaca ulang pembicaraan di YM itu, yang menyebabkan tiba-tiba lawan bicara Gw nampak hilang dari ranah maya. Gw sadari, bahwa ternyata Gw terlalu berlebihan dengan mengecap semua wanita itu Egois, Gw sadari tidak semua wanita egois, dan bukan hanya wanita yang egois. Terkadang (sebagian) lelakipun egois karena kuasa dan tenaga yang mereka miliki. Bahkan Gw pun sering gak mau kalah dan mempertahankan ego sektoral itu. Gw sadar kalo kesimpulan yang Gw tulis terlalu luas dan menghina kaum wanita, seperti gambar kartun Nabi yang telah menghina muslim dan muslimah. Sebagai seseorang yang telah melakukan kesalahan, maka Gw meminta maaf kepada semua wanita yang telah Gw fitnah kalian egois. Bukan hanya kepada teman Gw itu, tapi kepada semua wanita, karena Gw tidak hanya bersalah kepada teman Gw itu, tapi kepada semua wanita. Kadang memang kelemahan Gw memilih kata-kata ekstreme itu membawa masalah kecil menjadi besar bahkan sangat besar, sampai-sampai harus bertengkar dengan eselon 2 dikantor.

Tapi kata-kata terakhir teman Gw, yang Gw jadiin judul tulisan ini sungguh telah menghina Gw, tetapi Gw maklum, karena dia sedang dalam keadaan emosi dan Gw pun sudah memaafkannya. Bahkan mungkin ada benarnya juga, mungkin karena ketidak pandaian Gw mencari kata-kata halus, pujian, atau tindakan **Yang kata orang** romantis itu telah menyebabkan sampai saat ini Gw blom punya cewek. Walau pada kenyataannya, bukan karena itu Gw belum punya cewek(Pacar) **Silahkan baca tulisan gw tentang pacaran dan menikah.

This entry was posted in Opini Gw - Politik dan Masyarakat, Pribadi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

13 Responses to KALO NGGAK ADA CEWE YANG MAU SAMA LO….JANGAN JELEK2IN PEREMPUAN KAYA GITU DEH GAN…..

  1. raindust says:

    pertamax. tumben blm ada komen..

  2. Mey Lee says:

    hiakaakakak.. yudz bela2in pertamax doank..
    Tapi kan bukan wanita yg milih adanya hari ibu Gan.. itu para orang2 jaman dulu..
    Pada intinya semua manusia itu egois kok Gan, sadar atau secara ga sadar :D

  3. Mangkumlod says:

    Wakakak… Tapi esensi hari ibu itu bukan karena dia punya rahim. Coba lirik lagi sejarah ada apakah pada tanggal 22 Desember? Mungkin lebih menyadarkan Juragan kalau kaum Ibu emang patut mendapatkan harinya…. :D

  4. coba mas gandi di googling dulu asal usul dicanangkannya hari ibu…
    mgkn maknanya sekedar sebagai pengingat. pengingat manusia untuk menghargai Ibu, atau menghargai kerja keras petani (yg kerjanya gila2an, tp untungnya pas2an *untuk hari petani), atau menghargai buruh *untuk hari buruh…

    toh walaupun ada hari peringatan, tidak ada paksaan untuk melakukan ritual tertentu dalam merayakannya.

    jadi, apa elo menganggap para ibu tidak patut dihargai?
    well… cobalah sekali-kali menjadi ibu :) gue ngelihat perjuangan nyokap gue, dan nyokap temen2 gue, dan temen2 gue yang sudah menjadi ibu. makanya gue rasa seorang ibu patut dihargai. kita yang anak kadang suka lupa membalas budi dan lupa menghormati (ayah dan ibu)

    beda pendapat itu boleh, tp menjustifikasi tanpa mencoba mengerti maknanya dulu, hasilnya ya… pepesan kosong. just like this one… when you want to break a rules, you must understand about the rules at first.

    *oke, gue sok tua, silakan timpuk gue ndi XDDDD*

    *btw, kata2 di title, pasti ada sebabnya sampai bisa meluncur dr mulutnya*

  5. Hemm.. Bow.. buat gue pribadi hari Ibu lebih dimaknakan sebagai suatu apresiasi bukan sebuah permintaan untuk dihargai lebih. Kalo ada wanita yang minta penghargaan lebih krn anugerah tersebut, menurut gue jangan dilihat dari gendernya, lebih dilihat dari karakter aja.

  6. Wempi says:

    Wempi kebetulan gak begitu peduli sama hari-harian begitu, lagian dan sepertinya hanya seremonial belaka :lol:

  7. quinie says:

    judulnya itu loh… hm… sangat kontroversial :D
    gua cuma mo bilang, mahluk yang tadinya lu anggap egois itu nantinya yang akan jadi istri lu kan?
    *bingung gua mo komen apa*

  8. Gandi Wibowo says:

    @Yudz:
    selamat anda berhak mendapat bintang

    @Mba Mey:
    Iya mba… semua orang egois..

    @Mangkumlod:
    Adek Gw dah nulis sejarah hari ibu di iin-green

    @Macan:
    Sejarah hari ibu di Indonesia bisa lu liat di postingan adek Gw iin-green. Pada Intinya semua orang, benda pekerjaan perlu kita hargai… kalo emang apa yang kita hargai harus dirayakan dalam satu hari khusus, Gw jamin 365 hari gak cukup.
    Gw bukan mempermasalahkan bahwa kita harus menghargai ibu, petani atau buruh, tapi apa perlu mengistimewakan? Gw menghargai semua, ibu, ayah, kakak, adek, tetangga, pak RT, pak RW, petani, tukang becak, kuli bangunan, buruh, guru, PNS, tentara, polisi, anjing, kucing, monyet, macan atau lainnya. Apa Gw harus buat hari khusus untuk semua itu?
    Gw tahu… Gw salah udah justifikasi (semua) wanita itu egois… Gw akuin kata2 Gw gak pas, itu kenapa Gw tulis disini.. bahwa Gw minta maaf.. Gw minta maaf kepada semua wanita yang tidak egois…

    @Mba Eka:
    Iya mba… maaf.. Gw salah

    @Wempi:
    saya tidak setuju, karena saya peduli

    @Quinie:
    Kontroversial? dimananya? ada apa dengan judulnya? itu cuma sebait pesan di YM Gw, dari temen yang mencoba ngingetin Gw, bahwa Gw salah…

    @ALL Wanita yang komen:
    Gw udah tulis bahwa Gw minta maaf.. Gw akui Gw salah menyatakan kalian (semua) egois, dan ini terpisah dari pemahaman dan pendapat Gw tentang hari-hari perayaan. Jadi pliss maafin Gw… **Kenapa Gak ada yang menyatakan udah nerima maaf Gw sih? apa kesalahan Gw sebegitu besar ampe gak ada yg nerima maaf Gw?

  9. Ria says:

    dan gw adalah salah satu pengangum emak gw gan..
    she have a strong heart for take care all of us (gw dan adek2 gw)
    salah satu perempuan hebat yg pernah gw kenal…
    dan gw yakin banyak ibu2 di luar sana yg sama hebatnya dengan nyokap gw bahkan lebih hebat bahkan…kita harus hargain mereka…

  10. Gandi Wibowo says:

    @Mba Ria:
    Iya mba… kalo masalah menghargai Gw setuju. Cuma jangan sampe melupakan bagian orang lain, Bapak juga hebat, kakak juga hebat, adik juga hebat, pak RT, RW, tetangga, tukang becak dll juga hebat. mereka hebat disatu bagian… semua hebat, semua perlu dihargain gak perlu ada yang diatas dan ada yang dibawah… itu inti tulisan Gw..

  11. dhebu says:

    ikut nimbrung ya gan…
    menurut ane gan ga ada salahnya tntang adanya hari ibu,toh..satu hari itu buat ngingetin kita klo memang ibu patut untuk dihargai dan dibanggakan,karena memang perjuangan jdi seorang ibu begitu berat..!!dan sampai kapanpun kita ga akan bisa membalasanya..
    tpi ane juga salut ama ente gan udah ngakuin kalo emang pemikiran ente itu salah,karena ga semua wanita egois

    • Gandi Wibowo says:

      Silahkan aja… boleh2 aja kok nimbrung.
      Permasalahannya adalah, gak cuma ibu yang perjuangannya berat, dan gak cuma ibu yang sampai kapanpun kita gak bisa membalasnya.

      HIKS… satu lagi wanita yang komen, tanpa ngucapin “Saya maafkan kamu, gan”. Jadi sebetulnya Gw udah dimaafin atau belum?

  12. Pingback: Gandi Wibowo's Blog (interim) » Gaza Tidak Membutuhkanmu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>