Menjadi pendengar yang baik.

Salah memang kalo mulut turut terbuka, disaat mereka mulai berkata.
Karena telinga kan terhalang bibir keangkuhan, menutup suara mereka yang telah membahana.
Karena mereka tak butuh petuah, sekedar tempat sampah cukuplah bagi mereka.
Karena mereka sudah dewasa, pendengar yang baik cukuplah bagi mereka.

Rasa peduli, empati dan simpati, alasan apa lagi yang ada dihati?
Bersilat lidah menyalahkan mereka,  berdalih nasehat, anjuran dan wejangan.
Karena mereka tak butuh petuah, sekedar tempat sampah cukuplah bagi mereka.
Karena mereka sudah dewasa, pendengar yang baik cukuplah bagi mereka.

Buka mata dan lihat tingkahnya.
Kembangkan daun telinga dan dengar katanya.
Karena mereka tak butuh petuah, sekedar tempat sampah cukuplah bagi mereka.
Karena mereka sudah dewasa, pendengar yang baik cukuplah bagi mereka.

Ikat tangan… biarkan mereka menari.
Tutup mulut… mereka butuh keheningan.
Karena mereka tak butuh petuah, sekedar tempat sampah cukuplah bagi mereka.
Karena mereka sudah dewasa, pendengar yang baik cukuplah bagi mereka.

Maafkan aku yang sombong menasehati.
Maafkan aku yang angkuh menyalahkan.
Karena kalian tak butuh petuah, sekedar tempat sampah itulah aku.
Karena kalian sudah dewasa, semoga aku dapat menjadi pendengar yang baik.

This entry was posted in Others, Pribadi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

17 Responses to Menjadi pendengar yang baik.

  1. iiN greeN says:

    iin COPAS……………… ^_^

  2. quinie says:

    gandi kenapa? siapa…siapa.. yang nakal?
    nanti deh kitah main lagih..

  3. mr psycho says:

    kata2 orang bijak nih bro

  4. samwan says:

    teman yg baik tidak akan hanya diam dan mendengar. teman yg baik akan selalu bertindak demi kebaikan teman yg dia sayang. teman yg baik akan mempertemukan dua teman lain yg berseteru dalam satu meja instead of curhat di blog. teman yg baik adalah dia yg tega ngomong depan temannya kalo APA YG KAMU LAKUKAN ITU NGGAK BENER dan bukan bisik2 di ceting dan di fesbuk. teman yg baik akan mendengar kritik dan mengatakan keberatan. TEMAN YG BAIK NGGAK AKAN BERMASALAH DENGAN KOMUNIKASI ATAU KETIPISAN KUPING. karena teman yg baik bicara dengan hati.

    kamu sudah punya hati atau hatimu tertutup amarah? nggak usah dijawab. pertanyaan itu cuma untuk dirimu sendiri. dan, maaf. saya nggak akan ngomong apa2 lagi. saya bukan teman yg baik. i’m just simply a provocateur.

  5. Ria says:

    keren gan!!!
    dalem banget maknanya…karena terkadang seseorang itu hanya butuh di dengar :)

  6. zulhaq says:

    hmmmm, kok aromanya melankolis gini yah
    yup, menjadi pendengar yg baik memang lebih baik, dari pada berpendapat dan tidak sesuai yang mereka harpakan atau mungkin akan ada salah kata. toh, udah sama sama dewasa

    *apaan sih* :)

  7. geRrilyawan says:

    gw butuh nih petuah….ada yang punya?

  8. arman says:

    duile puitisnya…

    tapi emang ngeselin ya ama orang2 yang begitu. curhat tapi gak mau dikasih pendapat. lha kalo gak mau denger pendapat kita ya jangan curhat kali…. :P

  9. soulharmony says:

    ada yang curhat nich gan

  10. Gandi Wibowo says:

    @Iin:
    Lah monggo di unjuk…

    @Quinie:
    Gw gak papa kok.. Yuk maen lagi, tapi jangan pas Gw lembur ya :D

    @Mr.P:
    Ini Kata2 Gw kok, bukan kata2 orang bijak..

    @Wempi:
    Saya sudah punya NPWP :D

    @SamWan:
    Lu bener.. emang seharusnya Kita mengambil aksi, dan mungkin memang Gw udah gak punya hati. Memang mudah mengucap, mengecap dan menasehati… tapi apa lu juga seperti apa yang lu omong di komentar lu? Ngasih nama aja gak berani…

    @Mba Ria:
    Iya mba, terkadang seseorang hanya butuh pendengar… pendengar yang pelupa, yang cuma mendengar lalu melupakannya dan gak mengungkit2 lagi. BTW kok comment2 mba ada yang masuk ke spamm sih?

    @Zulhaq:
    Melankolis tuh salah satu dari 4 sifat manusia (Baca disini: ahli.wordpress.com) disitu dijelasin apa arti melankolis, sangunis, koleris, or plegmatis.

    @Gerrilyawan:
    Gw punyanya peMUDAh gak punya peTUAh…

    @Arman:
    Ini bukan masalah gak mau denger pendapat, tapi terkadang seseorang itu cuma butuh pendengar yang mau mendengar apa yg ada dihatinya. Sebetulnya dia dah punya cara menyelesaikan…

    @Soulharmony:
    Siapa? siapa? siapa yang curhat?

  11. BlogCamp says:

    Sebentar lagi Hari Ibu
    Jika tak ada beras di gentong
    Jika tak ada seteguk air di kendi
    Jika tak ada lembaran rupiah dibawah kasur sang ibu
    Mengapa tak mengirimkan masakan lezat
    Untuk persembahan kepada Ibu atau isteri tercinta di hari Istimewa
    Jika artikel masakan sudah jadi
    Lalu bubuhi kalimat ” Masakan dengan sentuhan cinta ini saya persembahkan buat wanita yang teramat istimewa”

    Persembahkan hasil masakan anda dan daftarkan dalam acara SupermanShow di
    http://abdulcholik.com/kuliner/supermanshow-la-tetates-de-timbele

    Jika itu anda lakukan dengan tulus
    Sebuah atau tiga buah kecupan penuh kasih sayang akan di terima
    Plus bisikan lembut ” I love you my Superman ”.
    Salam hangat dari dapur BlogCamp

  12. Gandi Wibowo says:

    @online:
    Seharusnya… tapi susah euy…

  13. Pingback: Gandi Wibowo's Blog (interim) » Gaza Tidak Membutuhkanmu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>