Kekah jangan Punah

Kekah, seekor primata endemik dari kepulauan Natuna. Eh… gak tau Natuna? yang bener aja? Natuna itu kepulauan paling utara dari negara Indonesia. Sebuah kabupaten yang menjadi pintu utara Indonesia di laut cina selatan. Di kepulauan itu tinggal Presbytis Natunae atau sering disebut kekah oleh penduduk lokal, seekor primata atau sejenis monyet yang hanya dapat ditemui di kepulauan nantuna.

Seorang blogger Natuna, Bong jun, yang peduli akan keberadaan hewan ini memberitahukan Gw lewat blognya, bahwa Kekah sudah terancam punah. Lalu dibentuknya akun di Facebook untuk mendukung Kekah tetap lestari, hingga hari ini Gw baca disalah satu komentar di foto pada profil kekah natuna, bahwa wakil bupati Natuna sudah bergabung/berteman dengan Kekah Natuna versi Facebook. Semoga saja dengan begitu, pemerintah Natuna ikut peduli akan hewan ini. Jangan sampai Kekah bernasib sama dengan Hariamau jawa, elang jawa, elang bali, dan hewan-hewan endemik Indonesia yang sudah gak tampak helai bulunya, sudah tak tercium tengik kotorannya.

Jangan sampai Kekah natuna punah, lalu penyuk-penyuknya ikut punah, dan lama2 manusia natuna ikut punah, lalu kepulauan natuna ikut punah dari peta Indonesia. Jangan gembar-gembor kehilangan lipitan, sigatan atau ambalat, atau gembar-gembor dukung bibit-chandra yang blom jelas meraka bersalah atau tidak. Mari tunjukan nasionalisme kita, mulailah peduli sama pulau2 terluar, mulai peduli dengan penduduknya, dengan habitatnya. Mari juga gunakan Facebook untuk mendukung sesuatu yang lebih nyata, yang lebih jelas.

Dukung Kekah Natuna di Facebook:
http://www.facebook.com/profile.php?id=100000470559707

Foto diatas Gw pinjem dari blognya bong jun.

This entry was posted in Opini Gw - Politik dan Masyarakat and tagged , , , . Bookmark the permalink.

8 Responses to Kekah jangan Punah

  1. Wempi says:

    setau wempi kekah tuh buat anak yang baru lahir

    Gw:
    Itu Akikah…

  2. Ria says:

    wew..yg ini itu namanya kekah toh? :D
    baru tau gw …hehehehehe

    Gw:
    Iya… Ganteng ya mba :D

  3. bongjun says:

    terima kasih bro atas saran dan posting ini,…mudah-mudahan ada perubahan pemikiran dari para petinggi natuna untuk lebih peduli pada habitat yang hampir punah.

    Gw:
    Sama-sama bong… semoga aja kekah dapet perlindungan pemerintah bong..

  4. geRrilyawan says:

    itu sipadan ligitan kali gan…

    hidup kekah…mudah-mudahan nanti anak gw masih bisa liat elu. soalnya gw aja belom :D

    Gw:
    Aamiin…

  5. annosmile says:

    wah..harus didukung nih

    Gw:
    Ayo dukung…

  6. suwung says:

    ayo dukung

    Gw:
    Ayo wung… dukung..

  7. sbnrnya namanya binatang itu kenapa bisa punah ya? selama bisa kawin, bukannya harusnya tetep ada ya? langsung saya dukung..

    salam kenal yah! :D

    Gw:
    salam kenal juga… Masalahnya antara kelahiran alami mereka dan kematian **Yang kadang gara2 kita** lebih banyak dan lebih cepat kematiannya, makasih udah ikut dukung…

  8. queen says:

    benwit nya demsit, pengen liat putu si kekah jadi g bisa,,
    ntar balik lagi aja dah,,

    Gw:
    Fotonya bisa liat di blognya bongjun, atau di FBnya kekah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>