Menghapus grup di facebook

Sudah punya akun di facebook kan? Pernah ikut/join grup di facebook? Pernah bikin Grup difacebook juga? mungkin untuk pertanyaan pertama, lebih dari 90% pembaca tulisan ini akan menjawab “iya” atau “sudah”, begitu pula untuk pertanyaan kedua, Gw yakin masih lebih dari 60% akan menjawab “iya” atau “pernah”, Nah pertanyaan yang terakhir mungkin cuma 20-30% yang akan menjawab pernah membuat grup di facebook. Tapi Gw masih punya satu pertanyaan yang mungkin gak ada yang akan menjawab “iya” atau “pernah”, atau mungkin malah gak pernah ada yang kepikiran. Pertanyaan itu adalah: “Pernah menghapus grup di facebook yang sudah kamu buat?”

Grup difacebook tadinya dibuat untuk menjadi fasilitas berkumpulnya orang-orang yang memiliki minat, hobi, keahlian, atau ketertarikan pada hal yang sama. Namun saat ini, grup sudah mengalami perluasan makna. Grup pada facebook sudah menjadi sebuah gerakan sosial, sebut saja kasus bibit-chandra yang berhasil menggalang dukungan lebih dari 1juta facebooker dalam grupnya, adapula koin keadilan prita dan koin cinta bilqis yang berhasil mengumpulkan dana dengan mengumumkan melalui grup difacebook. Seperti halnya dunia nyata, segala sesuatu itu bisa digunakan/dimanfaatkan untuk hal baik dan juga untuk hal buruk. Grup di facebookpun demikian, sebut saja sebuah grup yang heboh kemaren, grup hari melukis karikatur Nabi Muhammad SAW yang merupakan penyalahgunaan sebuah istilah/famlet berisi protes kebebasan berkreasi yang dibuat seorang blogger Amerika.

Grup yang sudah dibuat pasti memiliki sebuah tujuan, lalu kenapa harus dihapus? Melihat kenyataan yang terjadi pada Dunia Maya Indonesia yang lagi belajar dewasa, banyak orang yang tak menggunakan akal sehat lalu mengambil aksi dengan membuat sesuatu didunia digital. Mereka tidak sempat berpikir bahwa dengan berbuat seperti itu, maka bisa dikategorikan sebagai pencemaran nama baik, penghinaan agama, penghasutan, bahkan bisa dikategorikan sebagai tindakan makar. Beberapa kasus sudah pernah terjadi, sebut saja sebuah status Facebook dari seorang anggota polisi disumatra, atau tweet luna maya tentang komplennya terhadap wartawan, atau pernah juga ada kesalah pahaman tentang status karena penulisan yang kurang dipikirkan sehingga dianggap menghina Hari Raya Nyepi.

Kemaren ada lagi kasus nyata yang muncul disekitar Gw, seorang murid di sekolah tempat adek Gw bekerja, sudah membuat Grup yang memojokan seorang temannya. Memang masalahnya sudah selesai didunia nyata, permintaan maaf dan hukuman sudah jatuh, tapi bagaimana dengan grup yang sudah terlanjur dibuat itu? Segala usaha sudah dicoba untuk menghapus grup itu, setiap inchi laman facebook dijelajah untuk menemukan cara menghapus grup itu, tapi hasilnya tetap saja nihil. Kisah itu disamapein ke Gw tepat sehabis dia pulang kerja n Gw juga baru balik dari dinas luar kantor **Gaya bat dah :D **.

Membuat Grup emang Gw udah pernah, ikut/join grup, Gw juga udah pernah, keluar dari grup, Gw udah sering, kabur dari jabatan administrator/pembuat di sebuah Grup, Gw juga udah pernah, tapi menghapus sebuah Grup belom pernah Gw lakuin. Gw telusuri semua inchi laman sunting grup, gak satupun yang menunjukan cara-cara menghapus sebuah Grup yang sudah terlanjur dibuat. lalu Gw coba mencari jawabannya dari laman bantuan, disana Gw temui sebuah tanya-jawab tentang cara menghapus sebuah grup yang terlanjur dibuat. Sayangnya laman itu hanya bisa ditampilkan kalo menggunakan Facebook berbahasa Inggris (Selama ini Gw selalu menggunakan Facebook berbahasa Indonesia – Dan Gw bangga melakukannya :D ). Laman bantuan di Facebook menyebutkan bahwa Grup akan otomatis dihapus bila tidak memiliki anggota, termasuk si pembuat, maka untuk menghapus sebuah grup, seorang admin harus mendelete/menghapus keanggotaan setiap orang, hingga tersisa dirinya sendiri sebagai anggotanya, lalu dia harus keluar dari grup itu. Ngartos? Mudeng? wakatta?

Bingung yak? Oke lah… Mari kita coba bahas pelan-pelan. Pertama-tama, kita anggap aja sudah membuat sebuah Grup dan sudah ada anggota lain selain kita sebagai pembuatnya. Kebetulan Gw punya 2 akun FB jadi gampang buat nyoba2 :D . Buat percobaan ini, Gw bikin sebuah Grup bernama tes dengan alamat http://www.facebook.com/group.php?gid=137067279638801, bersifat terbuka, dan akun Gw yang satu lagi join ke grup itu, jadi ada 2 anggota di grup itu.

Halaman Depan Grup Tes

Sekarang, sebagai admin/pendiri, Gw pilih menu “sunting anggota”, untuk nanti dihapus keanggotaanya.

Pilih Menu

Nanti akan muncul laman “sunting anggota” seperti ini:
Laman sunting anggota
Lalu, untuk setiap anggota grup dihapus, kecuali kita sebagai pembuatnya. Cara menghapusnya adalah dengan memilih tanda silang di sisi kanan setiap anggota.
Menghapus Keanggotaan Grup
Setelah semua anggota (Kecuali kita sebagai pembuatnya), kembali kehalaman depan dan pilih keluar dari grup. pilihan ada di pojok kiri bawah laman depan grup.

Keluar dari gup sendiri

Setelah memilih keluar dari grup, maka akan muncul kotak konfirmasi yang menanyakan keyakinan kita keluar dari grup, karena grup itu akan dihapus. Isi/tulisan pada kotak konfirmasi itu adalah:
“Anda mencoba keluar dari grup yang tidak memiliki anggota lain selain Anda. Jika Anda keluar, grup ini akan dihapus.”

Konfirmasi menghapus grup

setelah menjawab “hapus”, maka laman grup tes tidak lagi ada, dan tidak lagi bisa di akses. Gw mencobanya dengan memasukan alamat URL grup tes yang tadi Gw buat http://www.facebook.com/group.php?gid=137067279638801 langsung ke browser, maka facebook akan mengalihkan ke laman beranda.

Nah, begitulah caranya buat ngapus grup yang sudah terlanjur dibuat di Facebook, besok-besok kalau mau membuat sebuah grup di pikirin masak2 dulu yak, jangan sampe tersandung cuma gara-gara emosi sesaat.

P.S:
Setelah Gw pikir-pikir, dan Gw baca ulang berkali-kali…. Kok tulisan Gw jadi formal gini yak? Hahahahahahaha…. 

Posted in Facebook, Internet, Komputer | Tagged , , | 3 Comments

Perihal Porno

Parah ini mba, masa masih Sekolah udah berani melakukan beginian…” ucap seorang siswa ketika diwawancara oleh seorang wartawan televisi.
Adek udah melihat videonya?” lanjut pertanyaan sang wartawan,
Udah mba, ini ada di HP saya..

Sebuah wawancara singkat di sebuah stasiun televisi swasta (Detailnya mungkin gak seperti ini, ini hanya inti sarinya), ketika memberitakan sebuah tragedi kesusilaan dimana dua orang siswa sekolah **Kalo gak salah** SMP terekam adegan mesumnya dan beredar kemasyarakat. Ironis ya, masih SMP sudah berhubungan intim.

Gw rasa itu bener luna maya deh, mirip bangat” celetuk seorang teman membahas video terbaru yang diduga diperankan oleh ariel dan luna maya.
Iya, yang cowok juga mirip sama ariel…
Ih Gw belom bisa donlot, bagi dong..” timpal yang lain…

Yang ini cuma hasil karangan Gw, tapi Gw yakin, percakapan kedua ini banyak terjadi di sekeliling kita beberapa hari ini. Percakapan tentang sebuah video mesum yang diperankan oleh 2 orang yang menyerupai luna maya dan ariel (peterpan).

Lihat…. Betapa warga Indonesia sangat peduli dengan yang namanya Pornografi, pornoaksi, atau pornoisme lainnya. Bahkan setahu Gw, ada LSM yang mengadukan ariel dan luna maya karena diduga telah melakukan sebuah pornoaksi. Gw jadi inget, dulu sewaktu majalah playboy masuk ke Indonesia, sebagian besar warga Indonesia mengecamnya… maka batallah ijin terbit majalah itu.

Kebudayaan Indonesia tidak pernah mentolerir hal-hal berbau porno. Bangsa Indonesia memiliki budaya timur, budaya sopan santun, budaya malu, budaya tabu akan hal-hal berbau sex. Segala hal yang berbau seks pasti di kecam abis dinegara ini. Hotel-hotel selalu dirazia, tempat-tempat pijat di geruduk, warung remang-remang diserbu, lokalisasi dibongkar. Ah… aku bangga menjadi seorang warga negara Indonesia, sebuah negara bersusila.

Tapi tunggu dulu, kalo memang melakukan hubungan seksual diusia dini (semasa sekolah) adalah pelanggaran asusila, apakah menonton dan mengkoleksi (menyimpan) video adegan itu tidak melanggar asusila? Lalu bila melakukan hubungan seksual diluar pernikahan melanggar UU anti pornografi, apakah mendownload video dari internet, mengkopinya kehardisk, dan menyimpannya tidak termasuk pelanggaran terhadap UU pornografi? Bila berzina, meminum miras, dan berjudi itu tidak sejalan dengan budaya bangsa, Apakah menghancurkan rumah, memumukuli orang, dan mengancam orang tanpa wewenang (secara hukum) adalah budaya bangsa Indonesia?

Ah… ternyata dosa orang lain dapat dengan mudah menutup padangan mata akan dosa kita sendiri.

Posted in Opini Gw - Politik dan Masyarakat | Tagged , , | 10 Comments

Gaza Tidak Membutuhkanmu!

Sore, dihari terakhir bulan Mei 2010, pukul setengah empatan, Akregator Gw memberikan notifikasi, ada sebuah berita baru dari detik.com. Berita tentang penyerangan kapal Mavi Marmara (Kapal Dengan Misi Kemanusiaan untuk Gaza-Palestina) oleh tentara Israel. Kali ini beritanya bukan berisi tentang kronologis, akibat, korban atau tanggapan tentang penyerangannya, tetapi tentang tulisan salah satu dari 12 orang sukarelawan asal Indonesia yang juga merupakan surat untuk seorang temannya. Santi Soekanto aktivis “Sahabat Al Aqsha – Hidayatullah” mengirim email untuk rekannya Tommi Satryatomo. Bukan, bukan masalah teknis keberangkatanya ke Gaza, bukan pula liputan berita yang menyajikan segala informasi **Yang terkadang melanggar privasi orang lain**, tetapi tentang renungan diri, akan ketetapan dan keikhlasannya menjadi relawan.

Tulisannya lumayan panjang, silahkan baca di detik.com dalam berita berjudul “Israel Serang Kapal Kemanusiaan: Tulisan Santi Sehari Sebelum Mavi Marmara Diserang Israel”. Gw gak tau darimana sumber asli dari tulisan itu, karena Gw udah cari-cari blog Bung Tommi Satryatomo tetapi tidak ketemu (Ini satu kritikan untuk tim detik.com, seharusnya link blognya (sumber berita) disertakan). Sepertinya Bung Tommi Satryatomo juga memforward email Mba Santi kebeberapa orang temannya atau milis, karena ada banyak blogger yang memajang email dari Bung tommy di blognya, salah satunya mas wisat di dalam tulisannya yang berjudul “Gaza Tidak Membutuhkanmu! (Santi Soekanto, dari Freedom Flotilla, 30 Mei 2010)“, juga ada dari pengajian unsoed dalam artikelnya “Gaza Tidak Membutuhkanmu!“.

Beberapa kalimat yang menarik buat Gw ditulisan Mba Santi:

“Yang wartawan sering merasa hebat dan powerful karena mendapat perlakuan khusus berupa akses komunikasi dengan dunia luar sementara para peserta lain tidak. Yang berposisi penting di negeri asal, misalnya anggota parlemen atau pengusaha, mungkin merasa diri penting karena sumbangan material yang besar terhadap Gaza.

Kalau dibiarkan riya akan menyelusup, na’udzubillahi min dzaalik, dan semua kerja keras ini bukan saja akan kehilangan makna bagaikan buih air laut yang terhempas ke pantai, tapi bahkan menjadi lebih hina karena menjadi sumber amarah Allah Ta’ala”

Ini gambaran jujur dari seseorang yang mengkhawatirkan akan keikhlasan yang dapat luntur karena keadaan. Terkadang kita memang sering lupa, terhanyut keadaan dan mulai membesar-besarkan peran pribadi, sehingga terkadang menutup peran yang lain, dan akhirnya menutup tujuan awal. Kalo menurut Gw, mba Santi lagi khawatir, takut kalau riya menggerayangi para relawan kemanusian karena adanya penuntutan hak istimewa atas kedudukan, dan jabatan mereka. Padahal ada banyak orang-orang yang tanpa tuntutan atas hak, mereka mengerjakan kewajiban-kwajiban/tugas-tugas yang tampaknya sederhana, tapi bila tanpa keikhlasan tak akan ada yg mau melakukannya. Seperti yang tertulis dalam lajutan tulisannya:

“Kalau hanya sekedar penghargaan manusia yang kubutuhkan di sini, Subhanallah, sungguh banyak orang yang jauh lebih layak dihargai oleh seisi dunia di sini. Mulai dari Presiden IHH Fahmi Bulent Yildirim sampai seorang Muslimah muda pendiam dan shalihah yang tidak banyak berbicara selain sibuk membantu agar kawan-kawannya mendapat sarapan, makan siang dan malam pada waktunya. Dari para ulama terkemuka di atas kapal ini, sampai beberapa pria ikhlas yang tanpa banyak bicara sibuk membersihkan bekas puntung rokok sejumlah perokok ndableg.

Kalau hanya sekedar penghargaan manusia yang kubutuhkan di sini, Subhanallah, di tempat ini juga ada orang-orang terkenal yang petantang-petenteng karena ketenaran mereka.”

Disini, mba Santi juga merasa bahwa perannya belum bisa dibangga-banggakan, karena masih banyak pahlawan-pahlawan yang tak menuntut macam2 atas peran sederhana yang telah mereka lakukan. Dia merasakan betapa sebuah kegiatan kecil, bila hanya mengharapkan penghargaan manusia, maka tak akan ada yg mau melakukannya. Seperti yang telah dialaminya, membereskan toilet yg tersumbat tinja dengan tangannya, walau itu bukan tinja miliknya. Bila ia memikirkan penghargaan manusia, maka dia tak akan mau melakukannya, karena tak ada satupun manusia yg ada selain dirinya didalam toilet itu, juga karena pekerjaan itu menjijikan, harus mendorong tinja dengan tangan.

“Kubungkus tanganku dengan tas plastik. Kupencet sekali lagi tombol flush. Sambil sedikit melengos dan menahan nafas, kudorong tangan kiriku ke lubang toilet.

Blus!

Si kotoran ndableg itu pun hilang disedot pipa entah kemana

Lebih dari 10 menit kemudian kupakai untuk membersihkan diriku sebaik mungkin sebelum kembali ke ruang perempuan, namun tetap saja aku merasa tak bersih. Bukan di badan, mungkin, tapi di pikiranku, di jiwaku.

Ada peringatan Allah di dalam kejadian tadi – agar aku berendah-hati, agar aku ingat bahwa sehebat dan sepenting apa pun tampaknya tugas dan pekerjaanku, bila kulakukan tanpa keikhlasan, maka tak ada artinya atau bahkan lebih hina daripada mendorong kotoran ndableg tadi.”

Kata-katanya yang membuat Gw terharu, tersentil dan sungguh merasa malu, adalah ketika dia menjelaskan betapa sesungguhnya dia tak diperlukan untuk membebaskan Gaza, hanya Allah yang Maha Kuasa, pemiliki segala kekuatan yang dapat membebaskan Gaza-palestina. Dia dan suaminya hanya mengharapkan ridha Allah, dan namanya digolongkan sebagai penolong agama Allah:

“Dari waktu ke waktu, aku perlu memperingatkan diriku bahwa Al-Quds tidak membutuhkan aku. Gaza tidak membutuhkan aku. Palestina tidak membutuhkan aku.

Masjidil Aqsha milik Allah dan hanya membutuhkan pertolongan Allah. Gaza hanya butuh Allah. Palestina hanya membutuhkan Allah. Bila Allah mau, sungguh mudah bagiNya untuk saat ini juga, detik ini juga, membebaskan Masjidil Aqsha. Membebaskan Gaza dan seluruh Palestina.

Akulah yang butuh berada di sini, suamiku Dzikrullah-lah yang butuh berada di sini karena kami ingin Allah memasukkan nama kami ke dalam daftar hamba-hambaNya yang bergerak – betapa pun sedikitnya – menolong agamaNya. Menolong membebaskan Al-Quds.”

Sungguh Gw merasa bersalah, merasa malu dan hina karena Gw belum bisa bergerak menolong agamaNya dan menolong membebaskan Al-Quds. Gw malu karena sebagian bangsa Indonesia masih sibuk membela Sukunya, dan memerangi suku lainnya. Gw malu karena sebagian bangsa Indonesia masih sibuk berperang antar ormas, antar supporter olah raga. Bahkan Gw malu, karena Gw masih sibuk mempermasalahkan arah kiblat yg **secara ilmiah** melenceng beberapa derajat, sedangkan sebagian kecil saudara Gw disana berjuang membela agamanya, berjuang membela kemanusiaan.

Tapi apakah kita harus mencaci, memaki, mengutuk, dan menghina seluruh bangsa Israel, dengan pembelaan “pembalasan”? Gw rasa, kita harus arif dengan hanya menghukum mereka yang bersalah, gak perlu menghina satu bangsa walau yang melakukannya mayoritas bangsa itu. Seperti kutipan dari twitter seorang teman “yg ngelakuin 1 org, bkn berarti yg salah 1 kelompok.”, walau twit itu tentang hal lain, tapi seharusnya begitu juga pandangan kita tentang segala hal, termasuk Israel…

Gw Rindu perang-perang jaman Rasulullah yang hanya memukul musuh yang mengangkat senjata dan menyerang secara fisik, yang hanya membunuh mereka yang berusaha membunuh dan membiarkan rumput-rumput tak bersalah tetap bergoyang, harta-harta tetap di pemiliknya, wanita-wanita, atau pemuda-pemuda yang tidak memerangi tetap hidup berdampingan. Biarkan Allah yang menentukan hukuman yang pantas bagi mereka yang bertanggung jawab atas penyerangan Kapal Mavi Marmara, bila pengadilan didunia tidak cukup mampu mengadili, Allah masih punya satu pengadilan diakhirat yg pasti mengadili seadil-adilnya.

Posted in Opini Gw - Politik dan Masyarakat | Tagged , , , , | 4 Comments

Rumus Bahasa Gaul

Akhir-akhir ini, Gw merasa makin bodoh aja, setiap ngobrol sama temen, pasti Gw butuh waktu 1-5 menit buat nerjemahin. bukan sekedar tulisannya yang aneh2 (Nulis sms, chatting, status FB, tweet, plurk, atau lainnya dah kayak lagi bikin password), tapi juga kata2nya yang emang gak ada di kamus kata dalam otak Gw. Terakhir kali, kata “sekong” muncul di timeline twitter Gw, dari seorang teman (MacanGadungan) yang lagi ngebahas pegawai disalon. Sebelumnya juga ada kata “Lekong” dari tulisan di blog Zulhaq.

Sebagai seorang pemuda generasi abad 21, Gw ambil jurus keramat, semedi di ranah maya, sembari komat-kamit ngetik keyword di rumah mbah Google. Banyak juga Gw dapet jawaban, tapi yang paling sesuai ama kemauan Gw ada di forum indoforum.org dalam thread yang berjudul “bahasa gaul gitu loh“. Walaupun itu thread 4 tahun yang lalu, tapi masih informatif buat Gw **Atau dasar Gw-nya aja yang kurang gaul ya? HAhahaha** didalam thread itu, di jelasin ada rumus asal muasal bentukan kata dalam bahasa gaul, yaitu (Gw tulis ulang nih):

TAMBAHAN AWALAN “KO”

Setiap suku kata diambil 1 suku kata pertama, kalo suku kata itu gak berakhiran huruf konsonan, maka ditambah konsonan dari suku kata setelahnya, kemudian konsonan awal ditukar sama huruf “k” dari awalan “ko”. contoh:

Mati = Mat = Ko + Mat = MoKat
Jual = Jul = Ko + Jul = JoKul
Preman = Prem = Ko + Prem = ProKem (Biasanya diubah lagi jadi okem)
Bisa = Bis = Ko + Bis = Bokis (Jadi Bokis itu awalnya berarti “bisa”, bukan “Bo’ong”)

KOMBINASI “E” + “ONG”

Sama seperti sebelumnya, setiap kata asli diambil satu suku kata pertama dengan memastikan suku kata itu diakhiri huruf konsonan. Lalu huruf vokal pada suku kata itu diganti dengan huruf “e”, kemudian di beri akhiran “ong”. contoh:

Laki = Lak = LeKong
Lesbi = Lesb = LeSBong
Banci = Banc = BeNCong
Sakit = Sak = SeKong

Terkadang, ada juga yang menggunakan “ES” bukan “ONG”, seperti “Lekong” jadi “Lekes”, “Bencong” jadi “Bences”.

TAMBAHAN SISIPAN PA/PI/PU/PE/PO

Setiap kata asli, disisipkan suku kata “pa”,”pi”,”pu”,”pe”,atau “po” pada tiap suku katanya sesuai huruf vokal di suku kata itu. Contoh:

Siapa = Si – a – pa = Si+pi – a+pa – pa+pa = sipiapapa
Gila = Gi – la = Gi+pi – La+pa = Gipilapa

Nah, kalo yang ini Masih Gw pake (Tapi sisipannya “ga”,”gi”,”gu”,”ge”,”go”), dari dulu ampe sekarang kalo musti ngobrol ama adek Gw si iin-green.

====

Dalam thread asalnya, disebutin ada juga rumus ke-4, yaitu “TAMBAHAN SISIPAN IN”, tapi menurut Gw ini sama ama rumus ketiga, cuma diganti aja sisipannya. Selain itu bahasa-bahasa gaul yang digunakan saat ini sudah banyak yang tidak lagi menggunakan rumus-rumus baku, semisal kata “Mawar” yang artinya “Mau” atau “Macan” yang artinya “Macet” dan lain sebagainya, sehingga perlu dibuat kamus bahasa gaul, yang memadankan setiap kata dalam bahasa gaul, dengan kata dalam bahasa Indonesia resmi  sesuai EYD.

Tapi yang namanya bahasa hanya akan berlaku bila 2 pihak yang menggunakannya untuk berkomunikasi memiliki arti untuk setiap kata/kalimat yang sama. Baik pengucap dan pendengar harus memiliki makna yang sama. Untuk itu perlu disepakati aturan yang berlaku, walau untuk bahasa gaul ini aturannya lentur, dapat berubah2 tergantung waktu, dan kelompok atau orang yg menggunakannya. Kalo untuk bahasa Indonesia Resmi (sesuai EYD), bisa merujuk ke KBBI, walau sekarang beberapa bahasa gaul sudah masuk ke dalam KBBI. contohnya seperti kata “bencong”

<— Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi III (2001) —>
[bencong]
ben.cong
[a cak] banci

Posted in Pribadi | Tagged , | 9 Comments

O.Facebook.com yang gratis

Tanggal 19 mei kemarin, facebook melalui blognya mengumumkan satu lagi layanan yang semakin memanjakan para penggunanya. Layanan yang baru ini menjanjikan para penggunanya dapat mengakses akun facebooknya tanpa mengeluarkan biaya apapun alias gratis, tetapi hanya dapat diakses dengan menggunakan perangkat bergerak dan memanfaatkan beberapa operator telekomunikasi. Layanan baru ini dapat diakses melalui browser bawaan(default) perangkat bergerak dengan url: o.facebook.com (Inget! gak bisa ngakses kalo make browser pihak ketiga, kayak operamini).

Diawal penerapannya layanan baru ini hanya dapat digunakan 50 operator di 45 negara, 3 diantaranya di Indonesia, yaitu Telkomsel, AXIS, dan 3 (three). Hari ini, ketika Gw membuka facebook via PC, tampak di pinggir kanan (Pinggir kanan laman facebook memang biasa digunakan facebook untuk mengumumkan sesuatu, jadi sering2 lihat pojok itu :D ), sebuah informasi baru tentang o.facebook.com bahwa sekarang operator XL sudah bisa mengakses o.facebook.com dengan gratis.

Pengumuman di facebook, operator-operator di Indonesia yang menggratiskan facebook

Yang namanya sebuah layanan gratis pasti ada kekurangannya atau keterbatasannya. o.facebook.com hanya bisa menampilkan teks saja, kalo menampilkan gambar, kita akan dibawa ke layanan facebook mobile lama (yang berbayar) m.facebook.com. Layanan o.facebook.com ini bisa digunakan untuk memposting status baru, mengkomentari status orang, membalas komentar, atau aksi lain yang berbasis teks.

Sepertinya, iklan-iklan operator selular saat ini perlu direvisi. Layanan facebook yang murah sudah tidak bisa lagi jadi andalan, seperti Esia yang memungut biaya Rp. 3000/minggu (Ini contoh loh, gak memojokan operator Bakrie Telkom). Sekarang sudah saatnya gratis, mari kita tunggu operator2 mobile lain di Indonesia untuk mengikuti jejak 4 operator yang sudah bergabung dengan facebook memberikan layanan gratis. Gw juga berharap, semoga aja bakal ada o.twitter.com atau o.yahoo.com :p

Posted in Facebook, Internet | Tagged , | 8 Comments

Aplikasi Java (ebuddy) pada Samsung B2100

Bukan tanpa alasan Gw beli Samsung B2100, karena keteledoran, ketidak pedulian dan kecerobohan Gw dalam menjaga barang-barang pribadi lah yang membuat Gw tertarik memiliki Handphone tahan jatuh ini. Dasar pengguna handphone yang konservatif, Gw cuma make handphone ini untuk telpon, sms, dan terkadang browsing. Gak pernah Gw mencoba menginstall aplikasi-aplikasi tambahan **Malahan Gw apus aplikasi game bawaan yg cuma demo itu**, hingga hari ini, seorang teman yang baru saja membeli Handphone yang sama, mengalami kesulitan menginstall aplikasi untuk mobile IM, eBuddy. Hmm… kayaknya menantang.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menginstall aplikasi java di Samsung B2100, yaitu:

  1. Samsung mengharuskan tersedianya file *.jar dan file *.jad di satu folder yang sama, saat instalasi via Memory Card.
  2. Samsung B2100 secara default membatasi ukuran aplikasi yang dapat di install sebesar 300KB.
  3. Samsung B2100 secara default membatasi ukuran memori yang dapat digunakan untuk aplikasi java saat berjalan, yaitu 1000KB untuk Java Heap, dan 1400KB untuk MIDP Heap.

Lalu bagai mana cara mengatasi keterbatsan itu? Nah ini yang mau Gw catet di blog ini, biar gak lupa dan gak perlu nyari2 lagi :p.

Setelah tanya-tanya mbah google, baca-baca forum dan blog-blog orang, Akhirnya Gw bisa juga ngakalin biar bisa install aplikasi berbasis java di B2100. Tahapan awalnya adalah dengan menyetting ukuran maksimal aplikasi yang dapat diinstall ke B2100, serta menyetting ukuran memorinya. Walaupun aplikasi ebuddy tidak lebih besar dari 300KB, tapi dia butuh lebih besar memori saat berjalan. Selain itu, beberapa aplikasi lain berukuran lebih besar dari 300KB, seperti Quran Digital yang berukuran 344KB. Ini langkah awal yang Gw lakuin:

  1. Matikan semua aplikasi, dan biarkan HP dalam kondisi idle **Tapi jangan sampe screen lock ROFL**
  2. Masukan kode “*#52828378#” **Tanpa tanda petik** maka akan muncul menu Java Test. Untuk menghafal kodenya, bisa diterjemahin jadi : “*#JAVATEST#” **Tanpa tanda petik**
  3. Pilih OTA Test **Kalo gak salah, menu Nomor 6**, lalu ubah nilai “Maximum JAR Size (KB)” dengan nilai yang secukupnya, kalo Gw sih cukup masukin “500”. Nanti kalo mo install aplikasi yg lebih besar, bisa diganti lagi kok..
  4. lalu simpan, dengan menekan “save”.
  5. Selanjutnya pilih menu “Memory Test” yang ada di pilihan menu pada menu Java Test **Kalo terlanjur keluar, masukin ulang kode javatest-nya**
  6. Lalu ubah nilai “Java Heap (KB)” sesuai keperluan, untuk ebuddy, nilai “1500” sudah cukup kok.
  7. Lalu ubah nilai “MIDP Heap (KB)” sesuai keperluan, untuk ebuddy, nilai “1900” sudah cukup kok.
  8. Lalu simpan, dengan menekan “save”.
  9. Sudah selesai setting Java di B2100nya

Bila suatu saat mau install aplikasi java, lalu gak bisa karena ukuran file jar over size, maka ubah lagi nilai “Maximum JAR Size (KB)” dengan nilai lebih besar, dan bila saat aplikasi sedang berjalan tiba-tiba muncul informasi bahwa memori tidak cukup, maka perbesar nilai “Java Heap (KB)” dan “MIDP Heap (KB)”.

OK, sekarang B2100 dah siap buat install ebuddy. Karena Gw gak make paket unlimitted internet di GSM, juga karena Gw gak punya duit yang banyak buat beli pulsa berlebih, maka Gw donlot aplikasi ebuddy dari web getjar.com secara manual melalui Laptop dengan koneksi kantor :p

men-download aplikasi ebuddy secara manual dari getjar.com hanya akan mendapatkan file *.jar tanpa ada file *.jad-nya. Maka diperlukan pembuatan file *.jad agar dapat diinstall ke B2100. Setelah searching di internet, bagaimana cara membuat file jad dari file jar, akhirnya Gw nemuin caranya. Kalau make linux, bisa bikin file bash script berikut **Info Gw ambil dari forum sebelah(Blackberry forum)**:

#!/bin/bash
#
# Given a J2ME midlet jarball, create a JAD for it
# Usage: ./jadmaker.sh <filename>

# safety check 1
FILE=$1
if [ ! -f "${FILE}" ]; then
echo "Input file '${FILE}' missing, exiting."
exit 1
fi

# safety check 2
JAD="${FILE%.*}.jad"
if [ -f "${JAD}" ]; then
echo "${JAD} already exists, overwrite? (y/N)"
read tmpans
answer=$(echo "$tmpans" | tr '[:upper:]' '[:lower:]')
if [ "$answer" != "y" ] && [ "$answer" != "yes" ]; then
echo "Not overwriting ${JAD}, exiting."
exit 1
else
rm -f "${JAD}"
fi
fi

# unzip the internal manifest, changing line endings to our local OS
# the sed action removes blank lines, with or without spaces/tabs
unzip -aa -j -p ${FILE} "META-INF/MANIFEST.MF" | sed -e '/^[ \t]*$/d' > "${JAD}"

# generic variables
echo "MIDlet-Jar-URL: ${FILE}" >> "${JAD}"
echo "MIDlet-Info-URL: http://" >> "${JAD}"

# actual jarball size
FILESIZE=$(stat -c%s "${FILE}")
echo "MIDlet-Jar-Size: ${FILESIZE}" >> "${JAD}"

# weee
echo "Created ${JAD}."
exit 0

Kalo make windows, bisa donlot aplikasinya(JADMaker, bisa searching digoogle kalo linknya gak berlaku lagi) dirapidshare, tapi musti diinget, Gw blom pernah make yang versi windows, soalnya Gw make linux :p

Setelah berhasil membuat file *.jad, maka salin aplikasi itu ke memori Card dan jalankan file *.jadnya. Nati otomatis diinstall, ikuti aja petunjuk yang muncul.

Oh iya, di ebuddy, tombol menu atau setting menggunakan tombol “*” dan “#” bukan tombol menu dan setting yang biasa dipake.

Kalo mau info tentang aplikasi java dan samsung… ini ada link bagus dari adry-z dalam blognya kiosmufakat.blogspot.com, yang ngebahas tentang cara menginstall java game ke ponsel samsung.

OK selesai…. selamat ber-chatting ria.

Posted in Others | Tagged , , , , | 3 Comments

Ke Untung Jawa

Gara-gara kemaren pas pulang dari pulau pramuka kapalnya mampir ke untung jawa, akhirnya Gw ma temen/senior Gw, Yudz, mencoba jalan ke Untung Jawa. Kali ini kami gak jalan berdua aja, sekarang nambah 3 orang temen kantor yang kayaknya kebakar cerita2 Gw ma bang yudz di pulau pramuka. Seperti perjalanan-perjalanan yg biasa Gw lakuin, Gw gak tau gmana caranya bisa sampe tujuan, maksud Gw disini transportasinya naek apa aja, kalo bawa kendaraan sendiri sih Gw gak bakal kebingungan. Sebagai seorang yg melek internet, mbah Google udah jadi dukun harian yang ampuh bat…. hasil tanya2 ma dia, Gw nemu thread di kaskus yang ngebahas cara sampe ke Untung Jawa, daripada besok2 Gw musti nyari-nyari lagi gmana cara ke Untung Jawa, mending Gw catet disini…

Rute ke Untung Jawa yang Gw ambil adalah menyebrang lewat Dermaga Tanjung Pasir, tangerang. Soalnya biaya penyebrangan dari sini paling murah dan cepat. Tanjung Pasir cuma bisa dicapai lewat Kampung melayu , tangerang, inget ini kampung melayu tangerang, bukan kampung melayu Jakarta. Nah buat sampe kesitu, Gw musti ke kalideres dulu.

Menaiki Transjakarta dari halte Ragunan ke terminal Kalideres, Gw musti transit di halte dukuh atas dan Harmoni. Terserah mau transit berapa kali, Gw cuma cukup membayar Rp. 2000 kan masih pagi, dibawah pukul 7 Gw dah jalan.

Sesampai di terminal kalideres, Gw masih harus melanjutkan perjalanan ke pintu air. Angkutan di Tangerang gak punya nomor trayek, pembedanya adalah jenis kendaraan dan warna kendaraan. Angkot dari terminal kalideres ke pintuair adalah mikrolet dengan warna atap putih dan warna badan (tengah kebawah) hijau. Mikrolet ini memiliki tujuan sampai kekota bumi, jadi kalo naek jangan lupa bilang mau turun di pintu air **Kecuali lu dah tau dimana itu yang namanya “pintu air”**. Pengalaman Gw, supir musti diingetin terus kalo kita mo turun di pintu air, soalnya kemaren Gw sempet kebablasan, dan terpaksa naek angkot lain untuk kembali ke pintu air.

Di pintu air lu musti naek mobil yang **Kalo Gak salah** berjenis Elf bukan manusia :D , angkutan ini sampai ke kampung melayu. Seperti pepatah bilang “malu bertanya, gak mungkin dijawab” jadi jangan lupa tanya2 biar gak nyasar. mobil ini akan mengantar kita sampe ke Kampung melayu, tapi biar amannya lu bilang aja mo ke tanjung pasir, jadi nanti di tunjukin naek mobil yang mana.

Mobil/angkot dari kampung melayu ke tanjung pasir cuma ada satu, yaitu semacam carry putih. Kalo kita bilang mau ke tanjung pasir, pasti langsung ditunjukin angkot itu kok, soalnya cuma ada satu angkot disitu ROFL. Angkot ini lumayan mahal, gak seberapa jauh tapi musti bayar RP. 4000 seorang, padahal di kaskus disebut cuma Rp. 2000.

Sesampai di tanjung pasir, kita akan ditawari kapal, kalo di kaskus katanya cuma Rp. 15.000 PP, tapi kemaren Gw kena Rp. 20.000 PP. Bayar kapalnya nanti… pas pulang. perjalanan menyebrang jakarta daratan ke pulau untung jawa cuma memakan waktu sekitar setengah jam. Nah kalo udah sampai di untung jawa, kita bisa nyari homestay. Homestay ada banyak di sana, coba aja jalan dari pantai timur ke pantai barat, pasti banyak plang homestay. Homestay disana berharga sekitar 150rb-250rb, ada yg nawarin 250.000 tanpa AC… nah yg ini jangan di terima! Soalnya Gw dapet Homestay yg Rp. 250.000 dah include AC, kalo yg gak pake AC cukup bayar Rp. 150.000. Homestay yg Gw pake bernama Mutiara Homestay, dengan No telp 085881208029 (Sapa tau aja lu mo ngubungin).

Seperti apa isi untung jawa? Foto-fotonya? Gak ah… Gw gak mau nulis disini. yang jelas kalo lu mo jalan2 kepulau mending ke pramuka atau pulau lain. pulau ini adalah pulau mancing :D .

Kayaknya raindust, alias yudz senior Gw bakal nulis detail untung jawa di blognya. Ayo bang Gw tunggu tulisannya… **Dia lagi males nulis gara2 blognya pernah kena HACK… ROFL…

Posted in Jalan-jalan | Tagged , | 5 Comments

Di Pulau Pramuka

Pulau pramuka adalah salah satu pulau di gugus kepulauan seribu, diujung utara Jakarta. Pulau ini merupakan pusat administrasi dan pemerintahan Kabupaten administratif kepulauan seribu. Pulau ini juga merupakan pulau pertama di kepulauan seribu yang beruntung Gw injek **Hahaha.. gak penting bangat**. Berbekal petunjuk jalan dari mas zamroni di blognya yang ngebahas perjalanan backpakingnya dia ke pulau ini, Gw n senior Gw (Yudz) mencoba menjajaki jalan menuju pulau pramuka pada weekend 13-14 maret 2010.

Karena kapal yang menuju ke pulau pramuka hanya ada dipagi hari (sekitar pukul 7 pagi), so kami bela-belain menjadi DokTor di malam itu agar tidak telat (bukan… bukan doktor yang kalo disingkat jadi Dr. ini DokTor aliaas mondok di Kantor :D ). Pagi hari, kami berangkat dari seputaran ragunan ke blok M untuk naek PPD P-37 sesuai petunjuk di blognya mas zamroni, maklumlah kami ini orang Jakarta yang gak ngarti jalan, jadi butuh petunjuk dulu :D . Seharusnya kami turun di mega mall pluit dan melanjutkan perjalanan dengan angkot U-11 menuju muara angke, tetapi karena penumpang P-37 hanya tersisa kami berdua, sang supir pun meninggalkan kami dipinggir jalan **Gila kayak penculikan aja ditinggal di pinggir jalan**.

Dasar Nasib… kami tidak bisa lagi mengikuti petunjuknya mas zam, kami harus improvisasi, mengandalkan GPS (Gw Perlu Seseorang) untuk ditanya, kamipun mendapat petunjuk untuk menaiki angkot B-01 sampai ke Muara Angke. Gw baru kali ini naek transportasi umum bernomor trayek huruf “B” (Artinya trayek daerah Jakarta Barat). Sesampainya di muara angke, kami masih harus jalan kaki beberapa ratus meter untuk mencapai dermaga dan menaiki kapal untuk menyebrang ke pulau pramuka dengan biaya Rp. 30.000/orang.

Kapal Laut - transportasi umum Jakarta-P.Pramuka (PP)

Kapal Laut - transportasi umum Jakarta-P.Pramuka (PP)

Sesampainya di pulau pramuka setelah 2,5 jam di lautan, kami tak tahu musti kemana, tapi satu yang kami tahu, bahwa kami belum sarapan pagi, maka kami pun segera mencari warung makan. Beruntungnya kami, karena pulau pramuka merupakan pulau dengan penghuni yang padat, sehingga banyak terdapat warung makan.

Satu pikiran yang meresahkan kami semenjak menginjakan kaki di tanah pulau ini, yaitu “dimana kami harus tidur nanti malam?”, tapi lagi-lagi keberuntung masih menyertai kami. Seorang pengunjung pulau mengajak kami untuk bergabung dengan 5 orang rombongannya dan patungan menyewa penginapan yang berharga Rp. 250.000/malam itu, juga sekaligus mengajak patungan menyewa kapal dan pemandu snorkeling. Sewa kapal sebesar Rp.300.000 dan pemadnu Rp.60.000, kami bagi menjadi 9 **Peserta snorkelingnya jadi ada 9 orang, karena ada tambahan 3 orang dari rombongan lain** sehingga setiap orang harus membayar RP. 40.000 dan tambahan Rp.35.000 lagi buat sewa alat snorkelingnya.

Sewaktu snorkeling, Gw sempet nyoba make HandPhone Samsung B2100 Gw buat ngerekam suasana bawah laut. Ini membuktikan kalo B2100 bener2 tangguh, bukan cuma tahan direndam didalam air, tetapi juga bisa merekam video didalam laut :D **Tiba-tiba merasa puas punya Si Badak ini**. Ini Gw attach hasil rekamannya, jadi seperti punya kamera bawah laut :D

Gw dan Samsung B2100 ber-snorkeling bersama

Gw dan Samsung B2100 ber-snorkeling bersama

Samsung B2100 – merekam video bawah laut

Keesokan harinya, kami berkeliling pulau menyusuri pantainya. sebetulnya ada rental sepeda, tapi kami gak mencobanya, soalnya sepeda gak bisa dipake buat nlusup-nlusup pantai. Sewaktu berkeliling, kami sempatkan untuk mampir ke penangkaran penyu. Sungguh, weekend itu keberuntungan tidak pernah menjauh dari kami, karena kami bisa menyaksikan pelepasan penyu kembali kehabitatnya. Wah… minggu yang menyenangkan :D

Melepas penyu ke lautan luas

Melepas penyu ke lautan luas

Kapal untuk kembali ke daratan Jakarta berangkat pukul 7 pagi dan pukul 1 siang, kalo mau gak berebut mending numpang ojek kapal dulu seharga Rp. 3000 ke pulau panggang, Karena semua kapal yang berangkat dari pramuka ke muara angke selalu berangkat dari pulau panggang.

Ditengah perjalanan pulang, kapal kami mampir ke pulau untung jawa, Lalu terbesitlah niat untuk mencoba menapaki kaki di pulau itu suatu saat nanti. Dari kejauhan, Pulau untung jawa tampak lebih bersih, lebih rapi, dan lebih sepi dibanding pulau pramuka.

Satu lagi weekend nge-bolang… kemana lagi besok ya :D

Duo Bolang (Bocah Ilang)

Duo Bolang (Bocah Ilang)

Posted in Jalan-jalan | Tagged , | 7 Comments

Apa salah namaku?

Udah pada denger kisahnya “Sony Vs. Sony” kan? itu loh… kisah seorang teknoblogger, Sony Arianto Kurniawan (nanti gw sebut AK aja, biar gampang), dengan domain pribadinya sony-ak.com yang disomasi atau diberi teguran oleh Sony Corporation (abis ini Gw sebut corp aja) karena dianggap menggunakan nama “Sony” yang sudah di daftarkan menjadi hak milik corp. AK diberikan somasi yang menyatakan bahwa dia harus merubah domain name situsnya, atau akan diperkarakan ke meja hijau.

Somasi adalah semacam surat peringatan, yang berbeda dengan legal notice ataupun legal warning. Somasi tidak hanya berisi peringatan, teguran, atau penagihan selayaknya legal notice ataupun legal warning tetapi juga berisi penjelasan tentang posisi sebuah perkara. Baik somasi (bahasa inggrisnya summation letter), legal notice, ataupun legal warning bukanlah sebuah upaya hukum formal, karena mereka tidak masuk ke acara perdata, acara pidana atau apapun. Gw bukannya sok tahu masalah hukum, karena Gw emang kagak ngerti hukum :p. informasi ini Gw sari-in dari artikel Somasi di wikimu.

Somasi yang dilayangkan corp, berisi penjelasan tentang posisi corp yang telah mematenkan nama “Sony” dan juga posisi AK dengan domainnya yang menggunakan nama “Sony”. Pihak sony merasa khawatir bila nama domain itu akan membuat pelanggan corp menjadi bingung dan kemudian menyangka Sony-AK.com terkait dengan corp. Oleh karena itu, corp meminta AK untuk mengganti nama domain situs pribadinya atau corp akan memperkarakan kasus ini kemeja hijau secara formal.

Apa yang bisa kita lihat dari kasus rebutan domain ini? lihatlah, betapa pentingnya sebuah HAKI dimata perusahaan dan orang-orang luar negri. Dalam dunia komersial sangat wajar bila pemilik hak paten menggugat pihak lain yang dianggap telah menggunakan objek patennya tanpa izin. Sebuah paten bagi mereka bagaikan sebuah kedaulatan bagi sebuah bangsa yang merdeka, penggunaan tanpa ijin sama halnya dengan penjajahan intelektual. Ribut-ribut masalah HAKI, kembali mengingatkan Gw ke masalah bajakan yang sering kita **Bangsa Indonesia** lakukan, mulai dari software/aplikasi komputer, lagu-lagu, sepatu, baju, tas, atau lainnya. Ternyata Indonesia adalah negara penjajah yak… penjajah intelektual, pelanggar kedaulatan perusahaan-perusahaan komersil itu. ah.. ngapain Gw jadi ngebahas bajakan sih.. balik kemasalah Sony Vs. Sony lagi deh.

Apakah AK harus mengganti nama domainnya? Gw gak tahu pasti kedudukan AK dimata hukum seperti apa, soalnya Gw gak paham hukum. Gw hanya mampu mencermati sebagai orang awam, seharusnya corp bisa menempuh langkah lebih sederhana, menjelaskan duduk perkara kepada AK dan menawarkan solusi-solusi yang sama-sama menguntungkan tanpa harus memberikan ancaman pemidanaan kasusnya. Toh AK tidak mengancam kedudukan corp. Hal ini berbeda bila ternyata AK adalah perusahaan komersil, dan bergerak dibidang yang sama dengan Sony, disaat seperti ini wajar bila sony melayangkan somasi dengan ancaman.

Ancaman yang diberikan oleh corp kepada AK, yang akhirnya tercium oleh media telah membuat masyarakat mengambil asumsi yang berbeda. Sugguh lucu komen beberapa teman Gw yang beranggapan kalo AK harus mengganti namanya (bukan nama domainnya) yang telah lama tertulis di akta kelahiran, atau yang mengeluarkan komentar-komentar cacian dan makian kepada corp bahkan kepada jepang (negara asal corp) yang sungguh gak ada hubungannya dengan kasus “Sony Vs. Sony”. Di Dunia web 2.0 ini, user adalah pengendali konten… namun sayangnya gak semua user/pembaca berwawasan luas memandang kasus ini. Bahkan untuk sekedar mengikuti beritanya pada situs-situs berita, mereka segan. Mereka hanya ikut rombongan orang pendukung AK, dan melontarkan cacian. User seperti ini bisa melebarkan kesulitan, dan memperluas maslah… bola kecil masalah domain bisa bergulir dan membesar seperti sebuah longsoran salju.

Pihak corp buknnya tidak mengerti efek yang bisa terjadi, bahkan sekarang sudah mulai tampak gejalanya. mereka segera memberikan klarifikasi. Menurut konfirmasinya, corp menyewa HHP (kuasa hukum corp di Indonesia untuk masalah ini) hanya untuk mendapat notifikasi dan mencari fakta terkait domain sony-AK.com. Namun sayangnya, HHP sampai saat ini tidak dapat dihubungi oleh perss untuk diminta konfirmasinya. Gw merasa ada yang janggal disini, ada kemungkinan HHP dijadikan kambing hitam demi berhentinya bola liar sony-AK.com yang kian membesar dan menggila ini. Mungkin corp sedang bernegosiasi dengan HHP agar HHP mau dicat dan menjadi kambing hitam. Kalau memang benar seperti ini, Gw berharap HHP memiliki jiwa tegar untuk tetap menjadi seorang manusia coklat bukan kambing hitam. Biarkan kasus ini berjalan mengalir sesuai kenyataan, jangan ada manipulasi, biar sesekali perusahaan sebesar itu diberikan lawan yang garang. Seberapapun kuat dan besar sang Gajah, semut **yang bersatu** dapat menggali kuburan untuknya…

Posted in Opini Gw - Politik dan Masyarakat | Tagged , , | 4 Comments

Memecah Blog (WordPress)

Blog Gw di http://blog.gandiwibowo.web.id sudah ngalor-ngidul gak jelas, isinya dah kayak sampah-sampah otak Gw. Mulai dari ngebahas film, buku, bikin puisi, cerita jalan-jalan, catetan ngutak-atik slackware, sampe ngebahas masalah di masyarakat semuanya ada disitu. Memang sih, blog Gw itu dibuat tanpa tujuan, tanpa satu ciri, tema, atau bahasan yang pasti. Bukan seperti blognya mas willy yang ngebahas slackware, mas hendra yang ngebahas linux, atau zia dengan ciri sintingnya. Karena sudah kepenuhan category dan tag, maka Gw berencana memecah blog itu menjadi beberapa blog, yang **Maunya sih** di gabung ke satu site induk (Sebetulnya, ini alasan utama Gw bikin domain sendiri). Dulu maunya sih Gw bikin dulu site induknya, semacam planet blog gituh, tapi sayangnya dengan keterbatasan ilmu Gw hal itu gak terwujud-wujud. Akhirnya, sekarang Gw pecah dulu aja blognya, Gw bagi ke subdomain-subdomain. Nah… besok2 baru deh bikin site induknya lagi :D .

Sebagai permulaan, Gw bikin 3 sub domain lagi (selain blog.gandiwibowo.web.id) yaitu seni.gandiwibowo.web.id, review.gandiwibowo.web.id dan foss.gandiwibowo.web.id. Subdomain seni akan berisi segala karya seni Gw berupa puisi, prosa, cerpen dan novel yang sudah atau akan Gw buat (Yah… walau cerpen dan novel itu kayaknya gak bakal ada). Sedangkan subdomain review akan berisi segala review Gw tentang karya orang lain, baik berupa buku, film, blog, lagu, puisi, cerpen, tempat wisata, atau apapun. Subdomain yang terakhir, FOSS, Gw sediain sebagai kontribusi Gw terhadap dunia open source. FOSS kepanjangan dari Free/Open Source Software yang artinya Software Gratis atau Berkode sumber terbuka. Gila, banyak amat ya blog yang Gw punya? Hahahaha… sebetulnya gak juga, Gw cuma memisahkan artikel-artikel dari kategori/tag ke sebuah blog. Malah ada kemungkinan bakal Gw tambah lagi :D

Ketiga subdomain yang Gw buat ini, sebetulnya perluasan dari kategori/tag yang ada di blog Gw. Beberapa artikel yang ada diblog Gw akan di salin ke setiap subdomain baru itu. Sayangnya, ternyata wordpress tidak menyediakan alat bantu praktis untuk meng-export semua artikel di suatu blog berdasar kategori atau tag. WordPress hanya dapat meng-export artikel berdasarkan author dari artikel itu. Beberapa cara memang bisa digunakan untuk meng-export berdasar kategori/tag, seperti melalu RSS kategori/tag itu atau dengan merubah author setiap artikel yang mau diexport. Lalu ada satu lagi cara, yaitu memecah file xml hasil exportnya. sayangnya cara terakhir ini belum ada tools/program yang bisa digunakan dengan mudah. Sekalian mengasah otak, Gw pun terpaksa membuat aplikasi pemecah blog sendiri yang Gw kasih nama GwPExport. Bagi yang memerlukannya, bisa lihat di artikel tentang GwPExport di foss.gandiwibowo.web.id

Posted in Uncategorized | 4 Comments